Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi

Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi – Teologi secara umum adalah kata serapan dari bahasa Inggris theos yang berarti Tuhan dan Logos yang artinya adalah ilmu. Sering kali ilmu yang mempelajari tentang …

Konsep Teologi Dalam Kajian Umum

Konsep Teologi Dalam Kajian Umum – Teologi bagi banyak orang mungkin sedikit asing. Akan tetapi, bagi orang-orang yang menggunakan hal ini untuk studi tentu sudah biasa membahasnya. Banyak teori baru maupun …

Praka MS Jadi Tersangka Dalam Kasus Penjualan Ratusan Butir Peluru ke KKB

Praka MS Jadi Tersangka Dalam Kasus Penjualan Ratusan Butir Peluru ke KKB – Praka MS, seorang anggota TNI yang tidak etis, menjadi tersangka kasus penjualan amunisi kepada masyarakat sipil. Warga mengakui, …

Polisi Kembali Periksa Pembunuh 2 Wanita di Bogor – Polisi kembali melakukan penyidikan lanjutan untuk mengusut pembunuhan berantai dua perempuan di Kota dan Kabupaten Bogor oleh pelaku Rian alias MRI (21). Ini untuk mengetahui motif lain pembunuhan itu.

Polisi Kembali Periksa Pembunuh 2 Wanita di Bogor

Sumber : metro.sindonews.com

theologywebsite – Penyidik ​​Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan Satreskrim Polresta Kota Bogor memeriksa pelaku dari pertemuan dengan kedua korban tersebut. Tak hanya itu, polisi masih punya waktu untuk menanyakan perjalanan masa lalu tersangka bersama wanita tersebut

Susatyo mengatakan kepada sindonews: “Pada hari ketiga, penyelidikan kami terhadap tersangka MRI masih sangat intens. Tidak mungkin menyatukan bukti yang ada, kesaksian saksi, petunjuk, dan semua informasi termasuk bukti CCTV untuk mengumpulkan tersangka. Langkah apa pun.” Kota Bogor, Sabtu (14/3/2021).

Selain itu, pihaknya mengirimkan DNA tersangka ke laboratorium forensik untuk dicocokkan dengan barang bukti yang ada. Termasuk pemeriksaan, karena pelaku merasa dianiaya hingga kedua pembunuhan tersebut.

“Tentu kita masih fokus pada motivasi menerima barang. Tapi tidak menutup kemungkinan apakah akan kita kembangkan untuk motivasi lain. Tentu kita akan kembangkan secara ilmiah.

Untuk memperdalam masa lalu pelaku, polisi ingin mengetahui karakternya, terutama teman-teman perempuan dan keluarganya. Karena mungkin latar belakang pelaku di masa lalu yang mendorongnya untuk melakukan pembunuhan.

“Kami juga berusaha merekonstruksi masa lalu tersangka. Persahabatan, hubungan tersangka dengan teman wanitanya, hubungannya dengan keluarganya. Oleh karena itu, kami bisa menunjukkan citra agresif tersangka pidana terhadap tempat pertama dan kedua Korban melakukan kekerasan,” jelasnya. .

Susatyo menambahkan, tersangka ketakutan setelah mengaku telah melakukan pembunuhan pertama. Seminggu kemudian, keberanian muncul kembali, sampai dia mengambil tindakan kedua.

“Ada beberapa perkataan yang membuat tersangka panik dan takut pada awalnya, tapi seminggu kemudian dia lebih berani dan tidak tahan. Hingga akhirnya dia diangkat kembali bersama korban kedua, lalu dikonfrontasi dengan korban kedua. Gunakan kekerasan. Kurangi, “kata Susatyo.

Selain itu, tidak pasti apakah pelaku yang membenci perempuan selama penangkapan awal itu sudah pasti. Pasalnya, proses pendalaman masih berlangsung dan cocok dengan berbagai alat bukti, keterangan saksi dan alat bukti lainnya.

Baca juga : 6 Hal yang Diungkapkan Peserta KLB Demokrat di Deli Serdang

“Adapun tentang kebencian tersangka terhadap perempuan di awal penangkapan tentunya akan kami perkuat pernyataan ini dengan komentar-komentar kebencian lainnya. Ini ditujukan kepada korban pertama. Korban pertama ada pada Korban pertama mengutarakan penolakannya saat memberikan pidato Mengakhiri tanggal dapat menyebabkan pelecehan oleh tersangka.

Sebelumnya, Rian alias MRI (21) akhirnya ditangkap polisi di Depok atas rangkaian pembunuhan berantai sadis terhadap dua perempuan di kota dan kabupaten Bogor.

Korban pertama adalah Diska Puti (17 tahun) yang mayatnya ditemukan pada 25 Februari 2021 oleh warga Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Salier, Kota Bogor, terbungkus plastik hitam.Korban kedua adalah Elya Lisnawati. (23 tahun) ), jasadnya ditemukan oleh warga di distrik Gries, Megamendon, dan Curie di wilayah Bogor pada 10 Maret 2021.

Perbuatan pelaku mengadopsi klausul hierarkis, yaitu Pasal 76C ayat 80 ayat 1.3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014, yang mengatur tentang peubahan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 (berisi tentang Perlindungan Anak) dan / atau Pasal 340 KUHP KUHP adalah Pasal 338 KUHP yang merupakan klausul tambahan dari Pasal 365 (3).

Polisi Akan Tes DNA Tersangka

Sumber : megapolitan.okezone.com

Kasus pembunuhan berantai MRI alias Rian (21), warga Bojonggede di Kabupaten Bogor, masih diselidiki Polres Bogor Kota.

Kapolres Bogor Kota Doni Herwanto (Doni Herwanto) mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan untuk melengkapi keterangan beberapa saksi.

Duny di Mapolda Bogor, Jumat (12/3/2021), mengatakan, “Kami akan menggunakan saksi dan barang bukti yang ada untuk melengkapi proses penyidikan. Saat ini kami akan melakukan tes DNA terhadap tersangka.”

Dia mengatakan bahwa selain itu, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik tentang perilaku korban, dan dia tampaknya tidak menunjukkan penyesalan. Karena itu, pihaknya mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan mental terhadap Ryan.

Duny berkata: “Kami sedang merencanakan tes psikologis kami sendiri karena kami juga harus mengambil tes baru, yang akan berlangsung Minggu depan.”

Ia mengatakan selain itu, pelaku juga mengakui bahwa perilakunya didasari oleh kebencian terhadap korban.

“Sampai saat ini kami masih menyelidiki pernyataan tersangka tentang klaimnya untuk membenci seorang perempuan. Memang, dari cara langsung tersangka yang dikemukakan pada saat kejadian, tersangka merasa terluka karena tersangka menjanjikan uang satu juta. Tapi korbannya adalah korban. minta 2 juta rupiah. “

Kesimpulan interim yang diambil dari hasil pemeriksaan kasus pertama atas nama Cilebut dengan Diska Putri dan korban adalah karena merasa sakit hati kepada korban.

Ia menyimpulkan: “Untuk korban kedua, selain disakiti, ia juga ingin menguasai harta benda korban. Makanya ponsel pelaku hilang dan dijual.”

Baca juga : Fakta-fakta PNS Solo Mesum di Parkiran Mal Paragon

Menyetubuhi Korban Kedua di Gunung Geulis

Sumber : metro.sindonews.com

Korban pertama adalah Diska Putri (17), warga Kabupaten Boda Cibungbulang yang ditemukan dalam keadaan bungkusan plastik hitam di Jalan Raya Cilebut di Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor pada tanggal 25 Februari 2021.

Usai mengecek di ponselnya, diambil foto korban kedua (23 tahun) atas nama Elisia Lisnawati (Elisia Lisnawati) yang jenazahnya ambruk di Megamendung, Gunung Geulis Kabupaten Bogor di Pasir Angin, Rabu (10/9). 3/2021).

Kapolres Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, Kamis: “Akibat interogasi, tersangka tidak tergoyahkan dengan melakukan pembunuhan pertama. Bahkan, tersangka menikmati korban pembunuhan kedua. Hubungan seksual.”

Ia menegaskan, pelaku harus disebut sebagai pembunuh biadab seperti dalam film pembunuh berantai. Dia berkata: “Kami menduga itu berperilaku seperti pembunuh berantai atau pembunuh berantai.”

Dalam kasus pertama dan kedua pembunuhan korban, orang yang sakit jiwa mengambil barang milik korban. Susatyo berkata: “Termotivasi, pelaku ingin mengontrol barang berharga dan janji korban.”

Polisi masih mengembangkan dan melacak jejak digital tersangka. Dia mengatakan: “Kami khawatir akan ada korban lain. Kami masih menjajaki motif lain dengan memeriksa atau melacak jejak digital tersangka.”