Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi

Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi – Teologi secara umum adalah kata serapan dari bahasa Inggris theos yang berarti Tuhan dan Logos yang artinya adalah ilmu. Sering kali ilmu yang mempelajari tentang …

Konsep Teologi Dalam Kajian Umum

Konsep Teologi Dalam Kajian Umum – Teologi bagi banyak orang mungkin sedikit asing. Akan tetapi, bagi orang-orang yang menggunakan hal ini untuk studi tentu sudah biasa membahasnya. Banyak teori baru maupun …

Praka MS Jadi Tersangka Dalam Kasus Penjualan Ratusan Butir Peluru ke KKB

Praka MS Jadi Tersangka Dalam Kasus Penjualan Ratusan Butir Peluru ke KKB – Praka MS, seorang anggota TNI yang tidak etis, menjadi tersangka kasus penjualan amunisi kepada masyarakat sipil. Warga mengakui, …

Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi

Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi – Teologi secara umum adalah kata serapan dari bahasa Inggris theos yang berarti Tuhan dan Logos yang artinya adalah ilmu. Sering kali ilmu yang mempelajari tentang Tuhan adalah ilmu yang perlu untuk diperhatikan. Secara garis besar, ilmu agama yang ada di Indonesia ini cukup banyak jenisnya. Pastinya karena ada enam agama yang diakui secara sah oleh negara. Agama yang paling besar dan menjadi banyak dasar aturan di Indonesia adalah agama Islam. Hampir separuh lebih penduduk Indonesia menganut ajaran Allah dan menjadi seorang muslim. Karena itu lah, berbagai teori dan bahkan teologi juga turut berkembang hadir di bumi Pertiwi ini. Ahmad Hanafi yang telah berhasil menerbitkan buku theology islam ( ilmu Kalam) ini memiliki beberapa pandangan mengenai hal ini. Tak perlu diragukan lagi mengenai kualitas pengetahuan yang dimiliki. Sebab semua telah tertulis jelas di dalam bukunya.

Theologywebsite – Dalam buku pengantarnya, Hanafi menjelaskan bahwa teologi sendiri banyak sekali pengertiannya. Hal tersebut yang membuat banyak pihak sedikit lebih harus mengusahakan hal yang perlu untuk diperhatikan. Secara garis besar yang umum theology merupakan ilmu tentang ketuhanan. Dalam Islam, theology ini banyak sekali mengambil aspek. Hal tersebut dibagi dalam beberapa ilmu Kalam yang masih tergabung dalam theology Islami. Di buku yang dia terbitkan ada beberapa aliran ilmu Kalam yang dapat dijelaskan seperti berikut ini :

1. Mu’taziah
Aliran ini adalah aliran yang tertua dalam theology islam. Selain menjadi yang tertua, aliran ini juga jadi yang paling besar diantara yang lain. Peran mereka sangat penting untuk mengetahui berbagai filsafat Islam yang sesungguhnya. Hubungan agama dan juga sejarah dari pemikiran Islam ini lahir pada masa kedua abad hijiriah tepatnya di kota Basrah. Basrah yang kala itu masih menjadi pusat ilmu pengetahuan dan peradaban jadi tempat lahir ajaran yang tetap berkembang ini.

2. Aliran Ash’ariyah
Selain aliran yang pertama, aliran lain yang juga bisa jadi bahan untuk meningkatkan pengetahuan adalah aliran Ash’ariyah. Aliran ini menjadi banyak perdebatan karena berbagai teori pembelajaran hingga usia lanjut dan juga banyak hal lain. Walau dianggap sebagai salah satu yang terbaik akan tetapi banyak yang mulai meninggalkan aliran ini untuk berpindah ke yang lain karena pengaruh berbagai hal.

Aliran maturidiah

3. Aliran maturidiah
Aliran yang semakin berkembang dengan pesat karena berbagai hal ini didirikan oleh Muhammad bin Muhammad abu Mansur. Aliran yang dilahirkan di Maturidia, kota kecil yang masih masuk kawasan Uzbekistan baru ini memang telah tumbuh cukup besar. Aliran ini berisikan tentang kepercayaan dari theology islam yang diberikan oleh imam abu Hanifah dan tercantum dalam kitab fiqih. Sistem pemikiran yang juga sangat terbuka menjadi ajang awal bagi yang mengikuti untuk mendapat pencerahan yang jelas.

Baca juga : Konsep Teologi Dalam Kajian Umum

4. Aliran IBN Rushd
Aliran satu ini juga jadi daya tarik di masanya. Karena sistem yang sangat banyak ini membuat berbagai pihak yang mulai makin modern mencari pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Aliran ini dilahirkan di Cordova Spanyol dari sebuah keluarga. Keluarga yang sangat terkenal ini telah diajarkan berbagai ilmu sejak mereka kecil. Ibn Rushd ini telah mempelajari ilmu-ilmu Islam bahkan sejak dia kecil. Ilmu tersebut diuraikan dan mulai dipahami untuk mendapat ilmu baru. Pelajaran baru yang diciptakan ini mulai tumbuh dengan menggunakan gabungan filsafat dan agama.