6 Perubahan Casino Las Vegas dalam Situasi Pandemi Covid-19

6 Perubahan Casino Las Vegas dalam Situasi Pandemi Covid-19 – Banyak perubahan yang terjadi akibat adanya virus corona yang menyebabkan terjadinya pandemic covid-19. Akibat pandemic ini semua orang harus menerapkan protocol kesehatan yang ketat. Banyak kebijakan yang diambil negara-negara di dunia untuk menghentikan laju penularan virusnya. Tidak sedikit pula yang menerapkan lockdown. Berbagai sector yang ada, terutama sector perekonomian dan bisnis adalah yang paling terdampak dengan adanya corona ini. Bahkan negara besar Amerika Serikat harus mengakui dan mengalami kerugian besar. Terlebih tercatat banyak kasus positif di negara tersebut. Nevada, Las Vegas adalah salah satu wilayah di Amerika Serikat yang sampai melakukan penutupan berminggu-minggu. Akibatnya bisnis di Las Vegas mengalami keterpurukan yang sebelumnya belum pernah dialami. Hal ini tentunya amat merugikan karena beragam sector lainnya pun ikut terpuruk.

Setelah mengalami penutupan Nevada berminggu-minggu ini akhirnya Kota judi yang amat popular Las Vegas kembali dibuka. Dibukanya kota ini membawa kabar baik bagi sector casino dan perhotelan yang ada didalamnya. Walaupun butuh waktu yang tidak sebenar, tetapi diharapkan agar bisnis di Las Vegas bisa kembali pulih. Nah, casino-casino yang buka di Las Vegas ini akan mengalami beragam perubahan demi menyesuaikan di situasi pandemic ini. Beragam perubahan yang dibuat ini bertujuan agar semuanya bisa menerapkan protocol kesehatan demi mencegah corona menyebar. Setidaknya ada 6 perubahan yang terhadi di casino Las Vegas selama situasi pandemic Covid-19.

Berikut adalah 6 perubahan Casino Las Vegas dalam situasi Pandemi Covid-19 yang harus para bettors ketahui:

1. Kursi Tengah Kosong Akan Diterapkan
Demi menjaga physical distancing bisa diwujudkan dalam casino Las Vegas, maka akan diterapkan kebijakan kursi tengah kosong. Akibat dari kebijakan ini maka jangan heran bila akan menemukan jumlah kursi dan pemain yang lebih sedikit dalam beragam permainan yang ada di casino seperti di meja permainan poker, roulette dan blackjack. Tempat yang tersedia di sekitaran meja dadu yang biasanya dipergunakan untuk berdiri pun juga akan lebih sedikit lagi.

2. Diharuskannya Dealer, Karyawan dan Bettors untuk Gunakan Masker atau Pelindung Wajah
Sesuai dengan peraturan pembukaan kembali yang ditetapkan oleh otoritas negara, semua delaer dan karyawan yanga da di casino Las Vegas ini wjaib untuk mempergunakan pelindung wajah (face shield) atau masker. Para tamu sangatlah dianjurkan untuk mempergunakan masker.

3. Handsanitizier Dimana-Mana
Jangan heran bila diberbagai tempat casino Las Vegas ini akan disediakan pembersih tangan seperti handsanitizer. Anda yang hendak masuk dan bermain atau menyentuhh beragam benda yang ada di casino diharuskn untuk membersihkan tangan terlebih dahulu.

4. Pengecekan Suhu Tubuh
Sebelum masuk ke casino Las Vegas ini aka nada pengecekan suhu tubuh. Pengecekannya bisa mempergunakan thermometer, infamerah bahkann mesin yang seperti detektor logam canggih yang bisa mengecek suhu seseorang dari 3 posisi yang tak sama. Apabila Anda punya suhu yang tinggi, akan diberikan waktu khusus untuk memenangkan diri sendiri terlebih dahulu. Mereka yang mengalami demam bisa dibawa atau dievakuasi langsung oleh medis professional.

5. Adanya Gratis Biaya Parkir
Biasanya biaya parker di Las Vegas ini sangatlah lumayan untuk menambah pendapatan bahkan bisa mencapai USD 18 dengan parkir valetnya USD30 per malamnya. Namun agar para pengunjung lebih tertarik untuk mengunjungi Las Vegas, akan diterapkan gratis biaya parkir.

6. Pembatasan Makanan dan Minuman
Sebelumnya para pengunjung bebas untuk membawa makanan dan minuman. Saat ini keduanya akan dibatasi demi mencegah kemungkinan penularan.

Penantian Legalitas Judi Online di Michigan

Penantian Legalitas Judi Online di Michigan – Di tahun 2020 ini, industri perjudian rasanya mendapatkan salah satu tantangan terberat yang pernah ada. Hal ini melanda terutama industri perjudian yang mengelola dan membuka casino. Di tahun 2020 ini, pandemi COVID-19 menjadi hal yang menyerang semua negara di dunia. Karena hla ini, berbagai aspek mendapatkan imbasnya. Perekonomian hingga perjudian memang mengalami masa sulit. Walau pandemi ini telah muncul sejak awal tahun lalu, hingga saat ini masih belum ada solusi yang benar-benar efektif untuk menekan dan mengatasi pandemi ini. Karena itulah, karantina dan berbagai pembatasan diberlakukan.

Hal ini tidak hanya melanda negara-negara berkembang saja. Negara maju seperti Amerika Serikat pun masih tetap berjuang, dan bahkan beberapa negara bagian masih mencatatkan peningkatan jumlah kasus di beberapa pekan terakhir. Tak heran bila negara yang mendukung dan melegalkan perjudian di beberapa negara bagiannya ini pun harus memberlakukan kebijakan yang merugikan perjudian. Bahkan, beberapa casino pun harus tutup untuk mencegah potensi penularan virus COVID-19 ini. Salah satunya adalah Michigan. Peningkatan kasus terjadi dalam beberapa pekan yang lalu, dan ini mengharuskan pemerintah setempat untuk memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan di luar dan dalam ruangan yang melibatkan banyak orang.

Karena kebijakan tersebut, MGM Grand Detroit, Greektown, dan juga Motorcity menjadi tiga pengembang yang harus menutup casinonya sejak tanggal 18 November yang lalu. Setidaknya, pemerintah Michigan meminta casino untuk tidak buka selama 3 minggu terhitung sejak tanggal tersebut. Dengan kebijakan ini, paling cepat casino tersebut akan bisa membuka kembali permainan judinya pada tanggal 9 Desember yang akan datang. Karena itulah, kemudian judi online menjadi salah satu solusi yang ditawarkan.

Kebijakan ini tidaklah tanpa alasan. Bila melihat negara bagian lain yang telah melegalkan perjudian online, ada pendapatan yang tetap bisa masuk, baik itu bagi pengembang dan juga bagi pemerintah negara bagian tersebut melalui pajak yang diterima. Sebagai contoh, judi online yang ada di New Jersey setidaknya mampu mengumpulkan hingga 779 juta dollar hingga bulan Oktober. Bahkan, pendapatan yang didapatkan dari sektor judi online pun meningkat tajam hingga 103% karena pemain judi banyak yang beralih ke judi online agar mereka tetap bisa menikmati permainan dan melakukan taruhan.

Terkait dengan hal ini, sebenarnya pemerintah Michigan telah menandatangi kebijakan terkait judi online, khususnya judi olahraga. Perluasan akses judi ini sudah ditandatangi pada 31 Desember 2019. Dalam perijinan ekspansi ini, judi online, judi sportsbook online, dan casino online mendapatkan ijin, dan seharusnya ini bisa mulai berlaku di bulan Desember ini. Untuk menyambut hal ini, judi sportsbook sendiri telah melakukan beberapa tindakan inisiatif untuk menyambut kebijakan baru yang kemungkinan besar akan benar-benar dijalankan di akhir tahun ini. Para pengelola dan pengembang judi sportsbook atau judi olahraga telah menandatangani kerja sama dengan beberapa tim olah raga profesional yang ada di Michigan.

Setidaknya, ada empat tim olah raga dari cabang berbeda-beda yang menandatangi kerja sama dengan penyelenggara judi sportsbook, terutama dalam bentuk kerja sama pemberian sponsor. Minggu ini saja, DraftKings telah mengumumkan kerja sama resminya dengan tim basket Detroit Pistons. Kerja sama ini juga meliputi bentuk taruhan dan judi olah raga dan juga bentuk judi sportsbook online atau iGaming. Lalu, PointsBet menjalin kerja sama dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan dengan MLB Detroit Tigers. PointsBet bahkan mendapatkan ijin untuk menggunakan brand Tigers dalam promosi mereka. BetMGM pun tidak mau ketinggalan dan menjalin kerja sama dengan Detroit Lions. Selain dengan Detroit Lions, pengelola ini bahkan juga menjalin kerja sama dengan NHL Red Wings. Semua upaya ini menjadi persiapan dan antisipasi bila nantinya judi online benar-benar telah mendapatkan ijin resmi dari pemerintah Michigan.