Mengenal Perkembangan Teologi dalam Islam

Mengenal Perkembangan Teologi dalam Islam

Mengenal Perkembangan Teologi dalam Islam – Saat ini, teologi merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di Perguruan Tinggi. Teologi juga menjadi salah satu program studi yang dibuka bagi masyarakat yang ingin melanjutkan kuliahnya. Istilah teologi diambil dari bahasa Yunani yaitu gabungan kata theos (Tuhan) dan logia (wacana atau ilmu). Oleh karena itu, teologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari semua hal mengenai ketuhanan dan implementasinya dalam kehidupan sehari – hari. Teologi tidak hanya dipelajari oleh salah satu agama saja akan tetapi semua agama juga mempelajari teologi. Hal ini dikarenakan teologi akan mempengaruhi bagaimana seseorang memandang suatu permasalahan dan konsep mengenai ketuhanan. Salah satu agama yang menjadikan teologi sebagai ilmu yang penting adalah Islam.

Secara umum, teologi dalam Islam sering disebut dengan nama ilmu kalam. Ilmu ini memiliki tiga pokok bahasan penting yang saling berhubungan yaitu ilmu tentang Allah, ilmu tentang utusan Allah, dan ilmu mengenai hari akhirat. Pembahasan mengenai teologi dalam Islam diperkirakan muncul sekitar abad ke-3 Hijriah. Akan tetapi, dalam prakteknya, teologi telah mulai berkembang saat masa awal Islam muncul. Pada setiap perkembangan zaman, teologi memiliki peranan penting terhadap gerakan sosial dan politik yang terjadi di dunia Islam. Oleh karena itu, teologi menjadi salah satu bagian penting dari ajaran Islam.

Theologywebsite – Perkembangan teologi dalam Islam telah membuat banyaknya kelompok agama yang memiliki pemikiran, prinsip dan tafsir yang berbeda. Hal ini tidak terlepas sejarah perkembangan Islam sekaligus beberapa faktor yang menjadikan terbaginya beberapa kelompok agama. Beberapa faktor tersebut adalah ajaran Tauhid dalam Al Qur’an yang berbeda dengan ajaran agama sebelum Islam. Selain itu, perluasan wilayah yang dilakukan oleh pemerintah Islam juga menjadi penyebab munculnya banyak aliran teologi dalam Islam.

Faktor lain yang menyebabkan banyaknya kelompok agama dalam kajian teologi Islam adalah konflik yang terjadi selepas Nabi Muhammad SAW. Pada saat beliau wafat, beliau tidak mewasiatkan siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin kaum Muslim. Akan tetapi, setelah musyawarah, maka khalifah pertama yang diangkat adalah Abu Bakar Ash Shiddiq. Kemudian khalifah yang kedua adalah Umar bin Khattab. Sedangkan khalifah yang ketiga adalah Utsman bin Affan. Akan tetapi, pada masa akhir kepemimpinan Utsman, terjadi konflik internal di dalam kaum Muslim. Hal ini berlanjut dan semakin memanas ketika Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah keempat. Pada masa tersebut, terbentuklah berbagai macam aliran dalam teologi Islam yang bertahan dan berkembang hingga pergantian kekuasan dinasti dalam pemerintahan Islam.

Baca juga : Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi

Ada beberapa kelompok agama dalam Islam yang memiliki prinsip dan pemikiran yang berbeda karena landasan teologi yang digunakan. Salah satunya adalah kelompok Sunni. Kelompok ini mendasarkan pemikiran agama sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad serta apa yang dilakukan oleh para sahabat berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits. Kelompok Sunni sering disebut dengan nama Ahlussunnah wal Jamaah. Kelompok ini merupakan kelompok terbesar dan tersebar di seluruh dunia. Kelompok yang lain adalah Syiah. Kelompok ini muncul ketika terjadi konflik pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Kelompok Syiah dikenal sebagai pengikut setia Ali bin Abi Thalib. Sebaliknya, kelompok Khawarij adalah kelompok yang menentang Ali bin Abi Thalib karena dianggap tidak menjalankan hukum Islam dengan tegas. Kelompok lain yang muncul adalah Murji’ah yang memilih untuk bersifat netral dari konflik antara Syiah dan Khawarij. Sedangkan kelompok yang lain adalah Qadariyah dan Jabariyah yang memiliki perbedaan dalam menyikapi takdir yang diatur oleh Allah. Kelompok Mu’tazilah muncul pada abad ke-2 hijriyah dan banyak dipengaruhi oleh pemikiran kaum Yahudi dan Nasrani. Sedangkan kelompok Asy’ariyah adalah kelompok netral dari pertentangan antara golongan rasionalis dan tekstualis.

Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi

Teologi Islam Menurut Ahmad Hanafi – Teologi secara umum adalah kata serapan dari bahasa Inggris theos yang berarti Tuhan dan Logos yang artinya adalah ilmu. Sering kali ilmu yang mempelajari tentang Tuhan adalah ilmu yang perlu untuk diperhatikan. Secara garis besar, ilmu agama yang ada di Indonesia ini cukup banyak jenisnya. Pastinya karena ada enam agama yang diakui secara sah oleh negara. Agama yang paling besar dan menjadi banyak dasar aturan di Indonesia adalah agama Islam. Hampir separuh lebih penduduk Indonesia menganut ajaran Allah dan menjadi seorang muslim. Karena itu lah, berbagai teori dan bahkan teologi juga turut berkembang hadir di bumi Pertiwi ini. Ahmad Hanafi yang telah berhasil menerbitkan buku theology islam ( ilmu Kalam) ini memiliki beberapa pandangan mengenai hal ini. Tak perlu diragukan lagi mengenai kualitas pengetahuan yang dimiliki. Sebab semua telah tertulis jelas di dalam bukunya.

Theologywebsite – Dalam buku pengantarnya, Hanafi menjelaskan bahwa teologi sendiri banyak sekali pengertiannya. Hal tersebut yang membuat banyak pihak sedikit lebih harus mengusahakan hal yang perlu untuk diperhatikan. Secara garis besar yang umum theology merupakan ilmu tentang ketuhanan. Dalam Islam, theology ini banyak sekali mengambil aspek. Hal tersebut dibagi dalam beberapa ilmu Kalam yang masih tergabung dalam theology Islami. Di buku yang dia terbitkan ada beberapa aliran ilmu Kalam yang dapat dijelaskan seperti berikut ini :

1. Mu’taziah
Aliran ini adalah aliran yang tertua dalam theology islam. Selain menjadi yang tertua, aliran ini juga jadi yang paling besar diantara yang lain. Peran mereka sangat penting untuk mengetahui berbagai filsafat Islam yang sesungguhnya. Hubungan agama dan juga sejarah dari pemikiran Islam ini lahir pada masa kedua abad hijiriah tepatnya di kota Basrah. Basrah yang kala itu masih menjadi pusat ilmu pengetahuan dan peradaban jadi tempat lahir ajaran yang tetap berkembang ini.

2. Aliran Ash’ariyah
Selain aliran yang pertama, aliran lain yang juga bisa jadi bahan untuk meningkatkan pengetahuan adalah aliran Ash’ariyah. Aliran ini menjadi banyak perdebatan karena berbagai teori pembelajaran hingga usia lanjut dan juga banyak hal lain. Walau dianggap sebagai salah satu yang terbaik akan tetapi banyak yang mulai meninggalkan aliran ini untuk berpindah ke yang lain karena pengaruh berbagai hal.

3. Aliran maturidiah
Aliran yang semakin berkembang dengan pesat karena berbagai hal ini didirikan oleh Muhammad bin Muhammad abu Mansur. Aliran yang dilahirkan di Maturidia, kota kecil yang masih masuk kawasan Uzbekistan baru ini memang telah tumbuh cukup besar. Aliran ini berisikan tentang kepercayaan dari theology islam yang diberikan oleh imam abu Hanifah dan tercantum dalam kitab fiqih. Sistem pemikiran yang juga sangat terbuka menjadi ajang awal bagi yang mengikuti untuk mendapat pencerahan yang jelas.

Baca juga : Konsep Teologi Dalam Kajian Umum

4. Aliran IBN Rushd
Aliran satu ini juga jadi daya tarik di masanya. Karena sistem yang sangat banyak ini membuat berbagai pihak yang mulai makin modern mencari pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Aliran ini dilahirkan di Cordova Spanyol dari sebuah keluarga. Keluarga yang sangat terkenal ini telah diajarkan berbagai ilmu sejak mereka kecil. Ibn Rushd ini telah mempelajari ilmu-ilmu Islam bahkan sejak dia kecil. Ilmu tersebut diuraikan dan mulai dipahami untuk mendapat ilmu baru. Pelajaran baru yang diciptakan ini mulai tumbuh dengan menggunakan gabungan filsafat dan agama.

 

Konsep Teologi Dalam Kajian Umum

Konsep Teologi Dalam Kajian Umum – Teologi bagi banyak orang mungkin sedikit asing. Akan tetapi, bagi orang-orang yang menggunakan hal ini untuk studi tentu sudah biasa membahasnya. Banyak teori baru maupun lama yang kini makin populer di dunia modern. Namun secara umum teologi memiliki dua buah matang angkat digabung. Theos yang berarti Tuhan dan logia yang artinya adalah kata-kata ataupun wacana. Arti ini sendiri juga tak selalu sama. Karena setiap ahli memiliki jenis pemahaman sendiri. Dari penggabungan dua kata tersebut, teologi memiliki arti ilmu atau wacana yang mempelajari tentang nalar agama, spiritual hingga Tuhan. Karena definisi itu lah teologi juga dikaitkan dengan ilmu tentang keagamaan. Jenis agama yang dapat menggunakan ilmu ini juga tidak terbatas. Karena itu lah, teologi jadi pembahasan yang sangat luas sesuai dengan ilmu agama masing-masing.

Theologywebsite – Berbagai analisis dari teologi yang telah berpengalaman dan punya ilmu pengetahuan tinggi juga akan memberikan penjelasan yang sama. Argumen yang diberikan oleh para teologi ini yang sering kali dialami dasar oleh banyak pihak untuk melakukan penelitian. Berikut ini adalah beberapa definisi yang dimiliki oleh para teologi dunia :

1. Literatur Yunani klasik
Istilah untuk theology sendiri dalam literatur Yunani bermakna wacana tentang para dewa atau mitologi para dewa Yunani lama.

2. Aristoteles
Ahli yang satu ini juga memberikan teorinya untuk theology. Filsafat ini memberi acuan yang juga berkaitan dengan prinsip matematiche, phusike dan theologike. Karena Aristoteles menggabungkan hal ini dengan metafisika maka pembahasan yang digunakan juga dapat dibuktikan. Istilah yang digunakan juga mengacu dari tradisi keagamaan timur maupun barat.

3. Latin varo
Yang juga penting perlu untuk diperhatikan adalah sumber yang ditulis oleh latin varo. Secara umum dia memberikan tiga jenis perbedaan untuk salah satu wacana ini. Latin varo sendiri melihat dari segi mitis, rasional dan juga sipil. Semuanya berkaitan dengan masing-masing tugas yang mereka miliki. Hal yang dijelaskan oleh latin varo ini juga menyesuaikan dengan upacara keagamaan suatu agama.

4. Helenistik
Penulis yang beragama Kristen yang bekerja untuk kerangka helenistik punya istilah yang khusus untuk menggambar apa yang sedang mereka pelajari. Kata-kata ini sesekali muncul di Al kitab yang bisa dibaca oleh siapa saja. Akan tetapi dengan sistem helenistik ini hasil kata yang keluar juga tak lagi merujuk pada Yohanes sang teologi. Namun untuk pengertian bahasa yang sekarang wacana yang digunakan untuk adalah saudara rasional yang mana merujuk pada firman atau pesan dari sekian individu yang ada.

Beragam rujukan dari definisi ini yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi yang akurat. Karena definisi yang sangat banyak maka pemain bisa meningkatkan pengetahuan dari layanan ini. Wacana yang umum dalam theology ini dapat menyebar hingga ke banyak jenis. Dengan jumlah agama yang disahkan di Indonesia ini cukup banyak maka bisa dipastikan jika teori ini juga akan berkembang dengan pesat. Enam agama yang dianggap sah dan diakui di Indonesia sendiri adalah agama Islam, Kristen, Katolik,Hindu, Budha dan Kong Hu Chu. Bisa dipastikan teori ini akan semakin memberi pengetahuan dan juga pengertian yang baru. Theology modern dengan melihat dari sisi teknologi ini akan menambah pengetahuan pengguna. Dengan begitu petunjuk dan berbagai definisi dapat disimpulkan jadi bahan yang sesuai untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam spritual diri sendiri.

 

Praka MS Jadi Tersangka Dalam Kasus Penjualan Ratusan Butir Peluru ke KKB

Praka MS Jadi Tersangka Dalam Kasus Penjualan Ratusan Butir Peluru ke KKB – Praka MS, seorang anggota TNI yang tidak etis, menjadi tersangka kasus penjualan amunisi kepada masyarakat sipil. Warga mengakui, amunisi itu dijual kembali hingga ke tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Praka MS Jadi Tersangka Dalam Kasus Penjualan Ratusan Butir Peluru ke KKB

Sumber : hot.grid.id

theologywebsite – MS Praka adalah salah satu anggota Yonif 733 Masariku dari Kodam XVI / Pattimura.Mode pengumpulan amunisi selama pelatihanKomando Militer Pattimura XVI Kolonel Paul Jhohanes Pelupessy (Kapomdam) Komandan Detasemen Polisi Militer (Kapomdam) mengatakan bahwa Ms. Plaka menjual 600 peluru. Dia mengatakan bahwa MS secara bertahap menyimpan peluru yang digunakan dalam latihan menembak.

“Bagaimana kamu menggunakan 600 amunisi untuk seorang prajurit, jadi selama latihan menembak, dia mencoba mengumpulkan amunisi.Tersangka ada di tempat latihan menembak. Dia pergi setelah mendapatkan amunisi, lalu disembunyikan dan disembunyikan, lalu setelah latihan keesokan paginya, dia kembali untuk mengambil amunisi yang disembunyikannya, “kata Paul di Polres Ambon. ( 23/2/2021) .Paul masih menyelidiki apakah kasus tersebut melibatkan rekan Praka MS.

Benar-benar tidak percaya dengan pengakuan tersangka

Sumber : kompas.tv

Terkait pengakuan tersangka, Paul mengaku tetap harus ikut serta. Menurutnya, MS bisa mengumpulkan 200 peluru sesuai dengan modelnya. Sumber dari 400 peluru yang tersisa dipertanyakan. “Karena kita tidak percaya semuanya datang dari latihan menembak. Kami tidak bisa hanya percaya dia bermain sendiri, jadi kami masih mengeksplorasi. Semoga ada lebih banyak informasi.

Detasemen Komadan Gendarmerie (Danpomad) Kodam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy menegaskan, prajurit Yonif 733 / Masariku yang diduga menjual amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB) akan dikenakan sanksi tegas. Prajurit TNI berinisial Praka MS telah ditetapkan sebagai tersangka. Praka MS ditahan di Detasemen Detasemen Pattimura Gendarmerie

Paul mengatakan pada kompas.tv pada hari Selasa: “Jika seorang anggota TNI menjual amunisi atau senjata api untuk maksud atau tujuan apapun, awalnya bukan untuk OPM atau tujuan lain, tetapi menjual amunisi, mereka harus dibebaskan dari hukuman.” (23/2 / 2021 tahun). Paul berkata kalau, kasus tersebut mendapat perhatian langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa.

Paul menegaskan, pihaknya tidak akan menutupi kasus tersebut. Dia tidak akan bermain-main saat menyelidiki kasus ini. Dia berkata: “Terlepas dari perintah Panglima Tertinggi, hukuman tambahan adalah pemecatan, jadi ini bukan lelucon.” Dia menambahkan bahwa Ms. Plaka menjual ratusan amunisi ke KKB seharga jutaan rupee. Masariku dari Kodam XVI Pattimura diduga menjual ratusan amunisi kepada warga sipil yang diduga terkait dengan kelompok KKB Papua. Praka MS menjual ratusan amunisi kepada warga sipil dengan akronim AT nama sipil.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, J mengaku menjual senjata dan amunisi yang dibeli dari kepolisian dan anggota TNI ke KKB. Di saat yang sama, Praka MS mengaku telah memperoleh ratusan amunisi dari latihan menembak.Terhubung dengan KKB.

MS menjual amunisi tersebut kepada seorang warga sipil bernama AT. AT kemudian menjual kembali amunisi tersebut kepada warga sipil lain dengan akronim J. Keduanya diperiksa setelah ditangkap polisi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, J diduga menjual amunisi ke KKB di Papua. Pada saat yang sama, Praka MS ditahan di Rutan Denpom XVI Pattimura. Paul mengatakan: “Orang yang bersangkutan saat ini ditahan karena kami menerimanya tadi malam.”

Sanksi Paul menjamin akan diberikan sanksi tegas untuk prajurit Yonif 733 / Masariku yang ditujuh telah menjual amunisi ke KKB di Papua. Paul memastikan: “Jika seorang anggota TNI menjual amunisi atau senjata untuk maksud atau tujuan apapun, awalnya bukan untuk OPM atau tujuan lain, tetapi menjual amunisi, mereka harus dibebaskan dari hukuman.”

Baca juga : Fakta-fakta Kasus Polisi Tembak Teman Kencan di Pekanbaru

Dia mengatakan bahwa dia tidak akan bermain-main saat melakukan menyelidiki kasus tersebut. Dia berkata: “Terlepas dari perintah Panglima Tertinggi, hukuman tambahannya adalah pengusiran, jadi tidak main-main.Polisi daerah Maluku menangkap dua polisi.

Mereka diduga ikut serta dalam jaringan penjualan senjata ke kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kepolisian Daerah Papua (Kapolda) Irjen Paulus Waterpauw menjelaskan, penangkapan kedua polisi tersebut merupakan satuan tugas kolaboratif yang dibentuk untuk membongkar jaringan.

Paulus mengatakan di Jayapura pada hari Senin: “Saya ingin memberitahu semua orang bahwa di era teknologi ini, kita telah melakukan upaya dengan cara ini. Cepat atau lambat, mereka yang terlibat dalam penjualan senjata pasti akan menangkap mereka.” 22 / 2/2021). Pengungkapan penjualan senjata akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membeberkan kasus penjualan senjata oleh kelompok lain.

Sumber : lintasterkini.com

Dia berkata: “Rencananya kelompok Nabire akan diungkap di kemudian hari, dan beberapa kelompok akan membawa senjata ke Soran, kemudian mereka juga akan membawa senjata ke Ambon. Kami sudah mengikuti langkah ini dan tidak akan kami ungkapkan di sini. “Paulus mengatakan polisi tidak akan punya pilihan ketika mereka menemukan sebuah kasus.

Dia menegaskan, siapa pun yang terlibat dalam kegiatan perdagangan dengan KKB akan ditindak. Paulus mengatakan bahwa selama Tentara Pembebasan Kosovo memperoleh senjata dan persediaan amunisi, kondisi keamanan Papua tidak akan pernah menguntungkan.

Ia menilai, oknum-oknum yang memperdagangkan senjata ke KKB belum mempertimbangkan dampak dari perbuatannya. Paulus berkata: “Orang seperti ini karena minatnya yang berumur pendek, dan mereka mau membuat kekacauan seperti ini,”Mulailah dengan penangkapan warga. Dua anggota polisi yang diduga menjual senjata ke KMB itu adalah anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Ambon.

Ia ditangkap pada Rabu (10/2/2021) saat membawa senjata dan amunisi, setelah diselidiki ternyata senjata dan amunisi tersebut diperoleh dari kepolisian yang bertugas di Pulau Ambon. Kemudian, Kapolda Maluku Inspektur Refdi Andri (Refdi Andri) memerintahkan Kapolres Pulau Ambon untuk berkoordinasi dengan Polda Teluk Bintuni dan Polda Papua Barat.

Wakil Ketua Umum Partai Progresif Demokratik Azis Syamsuddin mengecam keras dua perwira Polri itu karena menjual senjata dan amunisi kepada Kelompok Kejahatan Bersenjata Papua (KKB). Azis menilai, kedua polisi itu merusak upaya pemerintah menyelesaikan masalah Papua.Langkah ini tidak boleh dikompromikan oleh tindakan individu yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan ragu langkah ini akan menutupi suasana keamanan dan ketertiban di Firdaus,” kata Azis dalam siaran persnya, Selasa (23/2/2021).

Politisi Partai Gorka juga meminta profesi polisi dan dinas keamanan mengungkap siapa pemasok utama senjata dan amunisi yang dijual ke KKB. Ia mengingatkan bahwa penjualan senjata ke KB Kosovo sudah berlangsung lama dan terorganisir, melanggar hukum dan tidak masuk akal.

Dia mengatakan: “Kami meminta penyelidikan menyeluruh atas kasus ini dan mengungkapkan semua aspek yang relevan tanpa kecuali. Ini masalah keamanan nasional.” Dia juga meminta Polri untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada dua anggota yang menjual senjata dan amunisi kepada KBK.

Sebagai pelajaran bagi anggota Pori lainnya.Azis mengatakan: “Jika terbukti, dua anggota Pori harus diberhentikan.” Menurut laporan, dua anggota polisi Ambon dan Kepulauan Lease ditangkap karena menjual senjata dan amunisi kepada Kelompok Kejahatan Bersenjata Papua (KKB).

Kabid Humas Polda Maluku, Muhamad Roem Ohoirat menjelaskan, penangkapan kedua petugas polisi tersebut dimulai Rabu (10/2/2021) ini saat salah satunya ditangkap warga Bentuni dengan membawa senjata dan amunisi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, warga yang ditangkap mengaku telah menerima senjata dan amunisi dari aparat kepolisian yang bertugas di Polda Ambon.Pol Refdi Andry, Kapolsek Maluku, dan Inspektur Jenderal, berbicara tentang penanganan untuk kasus dugaan penjualan senjata dan amunisi yang melibatkan dua anggota polisi. Refdi mengatakan kasus tersebut telah berhasil diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

Tersangka ditangkap atas kerja sama Polda Maluku, Polda Ambon dan Polda Bintuni Papua Barat. Tim kontra terorisme Satgas 88 pun turut serta dalam pengungkapan kasus tersebut. Refdi mengatakan: “Kami bergerak cepat antara Polda Ambon, Polda Maluku dan Detasemen Khusus. Semoga kami tidak menutup-nutupi dan akan mengembangkan segala sesuatunya semaksimal mungkin.

Sejauh ini, kepolisian Pulau Ambon telah menetapkan enam tersangka dalam kasus tersebut. Dua diantaranya adalah polisi, SHP dan MRA.Polisi dan empat warga sipil berinisial SM, HM, AT, dan J ditahan di Polres Ambon. Seorang prajurit TNI dari Batalyon Infantri 733 Masariku juga ditetapkan sebagai tersangka oleh perwira Kodam XVI Pattimura. Prajurit berinisial Praka MS itu ditahan di Rutan Denpom XVI Pattimura.

Tersangka baru Reddy mengatakan polisi masih menyelidiki dugaan penjualan senjata tersebut. Oleh karena itu, dalam kasus ini masih dimungkinkan untuk melahirkan tersangka baru. Dia berkata: “Kami telah menahan enam orang, tetapi sebagai hasil penyelidikan lebih lanjut, mungkin ada tersangka lain. Bukti lain yang kami temukan mungkin saja terjadi.”

Kepolisian Pulau Ambon menangani kasus penjualan senjata yang melibatkan dua anggota Polri yang tidak etis. Kapolres Ambon Kombes Pol Leo Surya Nugaraha Simatupang mengaku masih mempelajari kasus tersebut.

Mengenai kemungkinan penambahan tersangka pidana baru, hal ini mungkin bergantung pada perkembangan hasil penyidikan. Leo menjelaskan: “Kemungkinan mungkin ada atau tidak, tapi kami masih memeriksa saksi dan barang bukti lainnya. Kalau ada tersangka lain pasti akan kami tangani.”

Inspektur Jenderal Kementerian Profesional dan Keamanan Polisi Nasional (Propam) Ferdy Sambo mengirimkan tim khusus ke Polda Maluku untuk mengusut dua anggota polisi yang diduga ikut jual beli senjata kepada kelompok kriminal bersenjata Turki (KKB).

Papua. Feidi mengatakan, dua polisi itu berasal dari Polda Ambon dan Polda Pulau Sewa. Dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/2/2021), Feidi mengatakan: “Perdana Menteri Popori mengirimkan tim khusus untuk mendampingi kepolisian Popam di Maluku untuk mengusut kasus tersebut.Seorang anggota polisi Bintuni di Papua Barat memblokir transaksi tersebut.

Mereka saat ini sedang diperiksa penyidik ??dari Polda Maluku di Ambon. M Roem Ohoirat, Komisioner Tinggi Humas Polda Maluku, mengatakan ada dua senjata yang dijual. Ini terdiri dari revolver standar, dan senapan lain dirangkai menjadi senapan ini.

Roem mengatakan: “Untuk senjata buatan sendiri lihat nomor urutnya.” Menurut Roem, keterlibatan anggota Polri dalam penjualan senjata kepada kelompok KKB di Papua menggerogoti reputasi Polri yang jangka waktu ini membantu TNI. memerangi kelompok. Dia berkata: “Tidak ada toleransi apapun bagi anggota yang berbuat seperti itu.”

Baca juga : OPM Mencatat 46 Aksi Kekerasan di Papua

Asal usul 600 peluru yang dijual Praka MS, diambil dari jatah latihan menembakSeorang oknum TNI dari Kodam XVI Pattimura, satuan Yonif 733 Masariku, ditangkap karena diduga ikut serta dalam penjualan senjata dan amunisi kepada warga sipil. Warga sipil ini diduga terkait dengan kelompok kriminal bersenjata di Papua. Prajurit yang disingkat Praka MS itu telah ditetapkan sebagai tersangka. Praka MS ditahan di Pusat Penahanan Kodam Denpom Pattimura.

Sumber : indozone.id

Kolonel Paul Johanes Pelupesi, komandan detasemen polisi militer Pattimura XVI, mengatakan bahwa Plaka ditunjuk sebagai tersangka untuk menjual senjata kepada warga sipil. Di Markas Polda Ambon, Selasa (02/2/2), Paul mengatakan, “Yang bersangkutan ditahan karena baru kami terima tadi malam.”Dijual ke warga sipil Praka MS menjual 600 warga sipil berinisial AT. Kemudian, AT menjual amunisi tersebut kepada J.

Kedua warga sipil tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Ambon. Berdasarkan pemeriksaan, J mengaku banyak membeli senjata dan amunisi dari polisi dan TNI. Senjata dan amunisi akan dijual ke KKB di Papua.

Bagaimana Ibu Plaka mengumpulkan amunisi Paul menjelaskan bagaimana Ibu Plaka mengumpulkan ratusan amunisi yang hampir semuanya jatuh ke tangan KKB Menurutnya, Ibu Plaka mengumpulkan amunisi untuk jatah tembak.

Paul berkata: “Bagaimana caranya mendapatkan 600 amunisi pada seorang tentara, jadi dia berusaha mengumpulkan amunisi selama latihan menembak.” Dalam setiap latihan menembak, Praka MS menyembunyikan amunisi yang didapatnya.Kemudian, amunisi tersembunyi diambil keesokan harinya setelah pelatihan menembak.

Paul mengatakan bahwa Bu Plaka mengaku bahwa dia mengumpulkan amunisi sendiri. “Anggota terkait mengakui mengumpulkan amunisi secara terpisah dan tidak ada rekan lain yang berpartisipasi.” Dengan mode ini, Praka MS dapat mengumpulkan 200 butir amunisi. Sedangkan asal usul 400 peluru lainnya masih dalam penyelidikan.

Paul mengaku pihaknya tidak begitu saja mempercayai pernyataan Bu Plaka. Kodam Pattimura akan mengusut dugaan keterlibatan anggota TNI lainnya. Paul mengatakan: “Karena kami tidak percaya kalau semuanya berasal dari latihan menembak. Kami tidak bisa hanya percaya bahwa dia bermain sendiri, jadi kami masih mengeksplorasi. Harapan untuk mendapatkan lebih banyak informasi.”

Fakta-fakta Kasus Polisi Tembak Teman Kencan di Pekanbaru

Fakta-fakta Kasus Polisi Tembak Teman Kencan di Pekanbaru – Bripda AP berusia 24 merupakan anggota dari Bareskrim Polsek Padang Panjang, Sumatera Barat. Tim The Associated Press melakukan perjalanan ke Pekanbaru, Provinsi Riau, bersama dengan tiga rekannya, dan menangkap tersangka yang diduga melakukan pencurian dengan kekerasan (curas).

Fakta-fakta Kasus Polisi Tembak Teman Kencan di Pekanbaru

Sumber : palu.tribunnews.com

theologywebsite – Namun, pada Sabtu (13/3/2021), sekitar pukul 03.21 Bank Dunia (WIB), Associated Press malah menemukan kasus secara tidak sengaja.

Dia mengambil gambar kencan. Kombes Pol Sunarto, Kepala Bidang Humas Polda Riau, menjelaskan kejadian itu bermula saat Bripda AP meloloskan permohonan untuk menerbitkan tanggal. Saat itulah AP bertemu RO dan DO, di sebuah klub malam yang terletak di Jalan Kuantan Raya, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.

1. Kronologi

Sumber : nkriku.com

Petugas polisi Bripda AP (24 tahun) menembak mati seorang perempuan di Pekanbaru, Rio, Rabu (21/3). Peristiwa tersebut terjadi di depan sebuah kelab malam beralamatkan di Jalan Kuantan Raya, Desa Sekip, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.

Bripda AP adalah anggota polisi yang bertugas di Polres Padang Panjang, Sumatera Barat. Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menjelaskan, awalnya pelaku memerintahkan seorang perempuan untuk berpacaran melalui aplikasi MiChat.

Kemudian, dua wanita datang ke Associated Press, RO dan DO. Mereka bertemu di tempat hiburan malam itu. Kemudian RO dan DO pergi untuk membeli alat kontrasepsi.

Sunarto dalam keterangan tertulisnya kepada kompas.com, Sabtu mengatakan: “Tapi Bripda AP merasa ingin ditipu dan mengejarnya.” Pada pukul 03.15 WIB, Bripa AP melihat DO di pintu keluar basement. Associated Press kemudian meminta DO untuk membeli alat kontrasepsi bersama.

Sunarto dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Sabtu mengatakan: “Tapi Bripda AP merasa ingin ditipu dan mengejarnya.” Pada pukul 03.15 WIB, Bripa AP melihat DO di pintu keluar basement. Associated Press kemudian meminta DO untuk membeli alat kontrasepsi bersama.

Baca juga : Polisi Kembali Periksa Pembunuh 2 Wanita di Bogor

2. Lepaskan tiga tembakan

Sumber : law-justice.co

Namun, DO menabrak mobil. Associated Press sangat emosional dan mengeluarkan pistol untuk mengejar DO. Sunato mengatakan: “Pelaku mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan pertama ke atasnya.

Setelah itu, Bripda AP mengejar mobil yang dibawa RO dan menembak ban tersebut. Dia melepaskan tembakan ketiga ke kaca belakang mobil, mengenai RO di kuil. Mobil berhenti.

Atas kejadian tersebut, polisi dari Limapuluh Polsek mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melindungi Bripda AP. “Korban yang tertembak awalnya dibawa ke RS Petala Bumi kemudian dipindahkan ke RS Santa Maria. Saat itu kondisi korban masih terlihat jelas. Pada saat yang sama, Bripda AP sudah diinspeksi untuk pengamanan,” kata Sunarto.

3. Oknum polisi Polres Padang Panjang

Sumber : khazminang.id

Sunarto menambahkan, polisi adalah anggota Polsek Padang Panjang di Sumatera Barat. Saat ini pelaku telah ditahan di Polres Riau. Pelaku juga mendapat pemeriksaan mendalam. Sunarto juga berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Sumatera Barat untuk menangani penembakan yang dilakukan oleh Bripda AP.

“Saat ini, oknum terkait sedang melakukan penyidikan dan prosedur hukum. Polda Riau berharap ke depan jaksa dan hakim bisa menghukum para pelaku dengan hukuman yang setimpal,” jelas Sunarto. Di saat yang sama, ia menambahkan, korban saat ini dalam keadaan sadar dan sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

4. Diduga tinggalkan tugas tanpa izin

Associated Press ditahan di Pordaglione untuk pemeriksaan mendalam. Dilihat dari hasil pemeriksaan sementara, terdapat informasi publik.

Ia mengatakan: “Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Associated Press Brippuda keluar dari misi tanpa izin pejabatnya.” Ia mengatakan: “Saat ini, personel terkait sedang melakukan penyelidikan dan proses hukum. Polda Riau berharap untuk melakukan inspeksi di masa depan. Pejabat dan hakim dapat menghukum pelaku dengan hukuman yang paling adil. ”

5. Kapolres Padang Panjang mengonfirmasi

Sumber : regional.kompas.com

Kapolsek Padang Panjang AKBP Apri Wibowo membenarkan bahwa polisi yang diduga menembak dan berkencan di Pekanbaru itu adalah orangnya. Tim Profesi dan Keamanan (Propam) Polres Padang Panjang saat ini tengah mengusut isu yang menyangkut AP.

Apri mengatakan di Kompas.com, Sabtu (13/3/2021), “Dia memang sedang bertugas di Polres Padang Panjang. Dia ke Pekanbaru dalam lingkup tugasnya. Saat ini Propam sudah pergi ke sana.”. Ia menjelaskan bahwa AP adalah seorang bujangan. Dia berkata: “Memang dia masih bujangan. Dia panglima perang yang ditugaskan di Riau untuk menangkap tersangka kasus Kuras.”

6. Hasil tes narkoba negatif

Selama pemeriksaan, Associated Press juga melakukan tes narkoba. Hasilnya negatif. Apri menjelaskan: “Tes narkoba negatif. Oleh karena itu dipastikan tidak terkena obat.” Apri juga membenarkan bahwa keempat personel yang ditugaskan di Pekanbaru sudah menerima surat penugasan.

Keempat anggota tinggal di hotel yang sama. Namun, hanya mereka yang terkena dampak yang diduga melanggar etika dan disiplin kepolisian.

Dia berkata: “Informasi bahwa dia tidak mentransfer izin tidak benar. Namun, jika dia bertanggung jawab untuk melakukan tindakan ilegal seperti itu, kami sedang menyelidiki. Jika dikonfirmasi, kami akan menghukumnya.”

Selain prosedur hukum pidana , Bripda AP juga terancam hukuman moral. Jika ternyata AP telah melanggar aturan, Apri akan memastikan akan mengambil tindakan tegas dan menunggu.

Baca juga : Kabar Terbaru Mengemuka soal Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita

7. Hanya AP Bermasalah Tembak Teman Kencan

Sumber : topsumbar.co.id

Kapolres Padang Panjang AKBP Sumbar Apri Wibowo dari AKBP mengatakan, hanya empat Bripda AP yang ditugaskan ke Pekanbaru di Riau yang bermasalah. Pada saat yang sama, tiga orang lainnya tinggal di hotel yang sama dan tidak melakukan aktivitas lain yang diduga melanggar moral dan disiplin.

Apri mengatakan: “Empat personel dikirim ke Riau untuk menangkap tersangka Kuras. Saya pastikan mereka punya mandat.”

Apri mengatakan, saat kejadian, empat orang dari tim Opsnal tinggal di hotel yang sama. Menurut Apri, dari keempat personel tersebut, hanya Bripda AP yang kemudian melakukan pelanggaran etika dan menembaknya saat berkencan.

Informasi bahwa dia tidak memiliki izin untuk mentransfer itu tidak benar. Namun, jika dia bertanggung jawab atas perbuatan ilegal tersebut, kami sedang menyelidiki. Jika dikonfirmasi, kami akan menghukumnya,” kata Apuri. Apri mengatakan, selain proses pidana, Associated Press juga menghadapi hukuman moral. Apury berkata: “Kedua belah pihak sedang dalam proses. Jelas, sanksi itu jelas.”

Apri juga memastikan AP tidak terkena obat karena saat dites ternyata hasilnya negatif. Apri menjelaskan: “Tes narkoba negatif. Jadi dipastikan tidak terkena narkoba.” melalui aplikasi MiChat. Seorang wanita sedang berkencan.

Kemudian, dua wanita datang ke Associated Press, RO dan DO. Mereka bertemu di tempat hiburan malam itu. Kemudian RO dan DO pergi untuk membeli alat kontrasepsi. Sunarto mengatakan dalam pernyataannya: “Namun, Bripda AP merasa ingin dibohongi dan mengejarnya.”

Pukul 03.15 WIB, Bripa AP melihat DO di exit basement. Associated Press kemudian meminta DO untuk membeli alat kontrasepsi bersama. Namun, DO menabrak mobil.

Ia sangat emosional dan mengeluarkan pistol untuk mengejar DO. Sunato mengatakan: “Pelaku mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan pertama ke atasnya.” Setelah itu, Bripda AP mengejar mobil yang dibawa RO dan menembak ban tersebut. Dia melepaskan tembakan ketiga ke kaca belakang mobil, mengenai RO di kuil mobil berhenti.

Polisi Kembali Periksa Pembunuh 2 Wanita di Bogor

Polisi Kembali Periksa Pembunuh 2 Wanita di Bogor – Polisi kembali melakukan penyidikan lanjutan untuk mengusut pembunuhan berantai dua perempuan di Kota dan Kabupaten Bogor oleh pelaku Rian alias MRI (21). Ini untuk mengetahui motif lain pembunuhan itu.

Polisi Kembali Periksa Pembunuh 2 Wanita di Bogor

Sumber : metro.sindonews.com

theologywebsite – Penyidik ​​Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan Satreskrim Polresta Kota Bogor memeriksa pelaku dari pertemuan dengan kedua korban tersebut. Tak hanya itu, polisi masih punya waktu untuk menanyakan perjalanan masa lalu tersangka bersama wanita tersebut

Susatyo mengatakan kepada sindonews: “Pada hari ketiga, penyelidikan kami terhadap tersangka MRI masih sangat intens. Tidak mungkin menyatukan bukti yang ada, kesaksian saksi, petunjuk, dan semua informasi termasuk bukti CCTV untuk mengumpulkan tersangka. Langkah apa pun.” Kota Bogor, Sabtu (14/3/2021).

Selain itu, pihaknya mengirimkan DNA tersangka ke laboratorium forensik untuk dicocokkan dengan barang bukti yang ada. Termasuk pemeriksaan, karena pelaku merasa dianiaya hingga kedua pembunuhan tersebut.

“Tentu kita masih fokus pada motivasi menerima barang. Tapi tidak menutup kemungkinan apakah akan kita kembangkan untuk motivasi lain. Tentu kita akan kembangkan secara ilmiah.

Untuk memperdalam masa lalu pelaku, polisi ingin mengetahui karakternya, terutama teman-teman perempuan dan keluarganya. Karena mungkin latar belakang pelaku di masa lalu yang mendorongnya untuk melakukan pembunuhan.

“Kami juga berusaha merekonstruksi masa lalu tersangka. Persahabatan, hubungan tersangka dengan teman wanitanya, hubungannya dengan keluarganya. Oleh karena itu, kami bisa menunjukkan citra agresif tersangka pidana terhadap tempat pertama dan kedua Korban melakukan kekerasan,” jelasnya. .

Susatyo menambahkan, tersangka ketakutan setelah mengaku telah melakukan pembunuhan pertama. Seminggu kemudian, keberanian muncul kembali, sampai dia mengambil tindakan kedua.

“Ada beberapa perkataan yang membuat tersangka panik dan takut pada awalnya, tapi seminggu kemudian dia lebih berani dan tidak tahan. Hingga akhirnya dia diangkat kembali bersama korban kedua, lalu dikonfrontasi dengan korban kedua. Gunakan kekerasan. Kurangi, “kata Susatyo.

Selain itu, tidak pasti apakah pelaku yang membenci perempuan selama penangkapan awal itu sudah pasti. Pasalnya, proses pendalaman masih berlangsung dan cocok dengan berbagai alat bukti, keterangan saksi dan alat bukti lainnya.

Baca juga : 6 Hal yang Diungkapkan Peserta KLB Demokrat di Deli Serdang

“Adapun tentang kebencian tersangka terhadap perempuan di awal penangkapan tentunya akan kami perkuat pernyataan ini dengan komentar-komentar kebencian lainnya. Ini ditujukan kepada korban pertama. Korban pertama ada pada Korban pertama mengutarakan penolakannya saat memberikan pidato Mengakhiri tanggal dapat menyebabkan pelecehan oleh tersangka.

Sebelumnya, Rian alias MRI (21) akhirnya ditangkap polisi di Depok atas rangkaian pembunuhan berantai sadis terhadap dua perempuan di kota dan kabupaten Bogor.

Korban pertama adalah Diska Puti (17 tahun) yang mayatnya ditemukan pada 25 Februari 2021 oleh warga Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Salier, Kota Bogor, terbungkus plastik hitam.Korban kedua adalah Elya Lisnawati. (23 tahun) ), jasadnya ditemukan oleh warga di distrik Gries, Megamendon, dan Curie di wilayah Bogor pada 10 Maret 2021.

Perbuatan pelaku mengadopsi klausul hierarkis, yaitu Pasal 76C ayat 80 ayat 1.3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014, yang mengatur tentang peubahan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 (berisi tentang Perlindungan Anak) dan / atau Pasal 340 KUHP KUHP adalah Pasal 338 KUHP yang merupakan klausul tambahan dari Pasal 365 (3).

Polisi Akan Tes DNA Tersangka

Sumber : megapolitan.okezone.com

Kasus pembunuhan berantai MRI alias Rian (21), warga Bojonggede di Kabupaten Bogor, masih diselidiki Polres Bogor Kota.

Kapolres Bogor Kota Doni Herwanto (Doni Herwanto) mengatakan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan untuk melengkapi keterangan beberapa saksi.

Duny di Mapolda Bogor, Jumat (12/3/2021), mengatakan, “Kami akan menggunakan saksi dan barang bukti yang ada untuk melengkapi proses penyidikan. Saat ini kami akan melakukan tes DNA terhadap tersangka.”

Dia mengatakan bahwa selain itu, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran publik tentang perilaku korban, dan dia tampaknya tidak menunjukkan penyesalan. Karena itu, pihaknya mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan mental terhadap Ryan.

Duny berkata: “Kami sedang merencanakan tes psikologis kami sendiri karena kami juga harus mengambil tes baru, yang akan berlangsung Minggu depan.”

Ia mengatakan selain itu, pelaku juga mengakui bahwa perilakunya didasari oleh kebencian terhadap korban.

“Sampai saat ini kami masih menyelidiki pernyataan tersangka tentang klaimnya untuk membenci seorang perempuan. Memang, dari cara langsung tersangka yang dikemukakan pada saat kejadian, tersangka merasa terluka karena tersangka menjanjikan uang satu juta. Tapi korbannya adalah korban. minta 2 juta rupiah. “

Kesimpulan interim yang diambil dari hasil pemeriksaan kasus pertama atas nama Cilebut dengan Diska Putri dan korban adalah karena merasa sakit hati kepada korban.

Ia menyimpulkan: “Untuk korban kedua, selain disakiti, ia juga ingin menguasai harta benda korban. Makanya ponsel pelaku hilang dan dijual.”

Baca juga : Fakta-fakta PNS Solo Mesum di Parkiran Mal Paragon

Menyetubuhi Korban Kedua di Gunung Geulis

Sumber : metro.sindonews.com

Korban pertama adalah Diska Putri (17), warga Kabupaten Boda Cibungbulang yang ditemukan dalam keadaan bungkusan plastik hitam di Jalan Raya Cilebut di Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor pada tanggal 25 Februari 2021.

Usai mengecek di ponselnya, diambil foto korban kedua (23 tahun) atas nama Elisia Lisnawati (Elisia Lisnawati) yang jenazahnya ambruk di Megamendung, Gunung Geulis Kabupaten Bogor di Pasir Angin, Rabu (10/9). 3/2021).

Kapolres Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, Kamis: “Akibat interogasi, tersangka tidak tergoyahkan dengan melakukan pembunuhan pertama. Bahkan, tersangka menikmati korban pembunuhan kedua. Hubungan seksual.”

Ia menegaskan, pelaku harus disebut sebagai pembunuh biadab seperti dalam film pembunuh berantai. Dia berkata: “Kami menduga itu berperilaku seperti pembunuh berantai atau pembunuh berantai.”

Dalam kasus pertama dan kedua pembunuhan korban, orang yang sakit jiwa mengambil barang milik korban. Susatyo berkata: “Termotivasi, pelaku ingin mengontrol barang berharga dan janji korban.”

Polisi masih mengembangkan dan melacak jejak digital tersangka. Dia mengatakan: “Kami khawatir akan ada korban lain. Kami masih menjajaki motif lain dengan memeriksa atau melacak jejak digital tersangka.”